Jakarta : Menakutkan dan menegangkan. Begitulah trauma yang dirasakan para korban selamat menggambarkan situasi dalam gerbong khusus wanita dan anak sesaat setelah kereta menghantam truk tangki BBM bermuatan 24 ribu liter premium.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Selasa (10/12/2013), posisi gerbong yang miring ke kiri serta asap hitam yang memenuhi gerbong menyulitkan penumpang untuk menyelamatkan diri. Asap tebal mengepul tinggi disusul api yang berkobar dari titik tabrakan kereta dan truk tangki di perlintasan kereta Pondok Betung, Jalan Bintaro Permai 3, Jakarta Selatan.
Warga sekitar lokasi pun panik melihat dahsatnya ledakan. Di dalam kereta suasana lebih menegangkan. Di dalam gerbong wanita yang berada di bagian depan para penumpang berjuang keluar di tengah posisi kereta yang miring dan asap tebal yang memenuhi seisi gerbong.
"Nggak ada api tapi asap penuh di gerbong. Semua penumpang jatuh dan saling nindih karena gerbong terguling," kata penumpang Ibu Popon.
Sementara ibu Haris sempat tak melihat sang anak saat asap hitam memenuhi gerbong. Ia tak berdaya menolong sang anak yang tertimpa tubuh penumpang lain.
"Anak saya sempat jatuh ketiban orang karena keretanya terguling. Saya sempat nggak bisa nolong sama sekali terus dibantu warga," kata penumpang Ibu Haris.
Kini putri Ibu Haris yang berusia 6 tahun selamat dan kini dirawat di Rumah Sakit dr Suyoto, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. (Adi)






0 komentar:
Posting Komentar