Liputan6.com, Jakarta : Bangkai gerbong kereta dan truk tangki milik Pertamina yang bertabrakan di perlintasan kereta Bintaro, Jakarta, belum diangkat. Dari hasil olah TKP sementara Tim Laka Lantas Polda Metro Jaya memperkirakan truk tangki terseret sejauh 27 meter dari badan jalan.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV Malam, Senin (9/12/2013), bangkai kereta api commuter line dan truk tangki bensin yang mengalami kecelakaan di perlintasan kereta api Bintaro belum dievakuasi dari lokasi sore harinya. Namun menjelang malam, alat berat kereta crane yang didatangkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tiba di lokasi. Diperkirakan, upaya evakuasi selesai pada Selasa 10 Desember dini hari.
Sementara itu dari hasil olah TKP yang dilakukan tim Laka Lantas Polda Metro Jaya setelah dihantam kereta. Truk tangki terseret sejauh 27 meter dari badan jalan sebelum terguling dan meledak menghanguskan gerbong kemudi.
Kecelakaan maut itu terjadisekitar pukul 11:15 WIB musibah itu terjadi saat kereta commuter line dari arah Serpong sedang menuju Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tepat di pintu perlintasan Pondok Ranji, Bintaro, Jakarta Selatan. Truk tangki yang mengangkut 24 ribu liter bensin seakan menunggu nasib. Dalam hitungan detik, kereta commuter pun tak mampu menahan rem hingga akhirnya tabrakan tak terhindarkan.
Penumpang pun panik berlarian menyelamatkan diri. Gerbong khusus wanita pun terguling. Api langsung berkobar di mana-mana akibat 24 ribu liter bensin yang diangkut truk tangki menimbulkan ledakan yang membuat para penumpang semakin ketakutan.
Petugas dibantu warga mencoba mengeluarkan para penumpang yang terjebak dengan alat seadanya. Jendela kereta dicoba dibuka menggunakan kayu dan bambu. Puluhan pemadam kebakaran dikerahkan namun si jago merah tetap sulit ditaklukan. Warga sekitar pun turun tangan bahu-membahu mencoba membantu sebisanya. (Adi)






0 komentar:
Posting Komentar